Provinsi Banten merupakan salah satu zona industri terbesar di Indonesia, di mana ribuan perusahaan manufaktur berskala nasional dan internasional beroperasi setiap harinya. Potensi ekonomi yang luar biasa ini menjadi peluang strategis bagi pengembangan prestasi olahraga di wilayah tersebut. Melalui inisiatif sinergi industri, pemerintah daerah berupaya menjembatani kesenjangan pendanaan yang sering kali menjadi kendala utama dalam pembinaan atlet. Langkah ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan sebuah kolaborasi strategis yang bertujuan untuk menciptakan kemandirian olahraga melalui dukungan sektor swasta yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, KONI Banten bertindak sebagai fasilitator yang menghubungkan kebutuhan cabang olahraga dengan sumber daya yang dimiliki oleh sektor industri. Salah satu terobosan yang paling signifikan adalah program yang mewajibkan atau mendorong perusahaan-perusahaan tertentu untuk menjadi donatur tetap. Dengan sistem ini, perusahaan tidak hanya memberikan bantuan dana sekali jalan, tetapi berkomitmen untuk gandeng pabrik besar jadi bapak angkat atlet guna menjamin keberlangsungan latihan, asupan gizi, hingga partisipasi dalam kejuaraan internasional. Pola ini memberikan kepastian bagi para atlet bahwa kebutuhan dasar mereka akan terpenuhi selama mereka fokus pada pencapaian prestasi.
Keuntungan dari program bapak angkat ini bersifat timbal balik. Bagi perusahaan, dukungan terhadap olahraga merupakan bagian dari implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang nyata dan berdampak luas. Selain mendapatkan citra positif di mata masyarakat, perusahaan juga dapat menggunakan prestasi atlet yang mereka bina sebagai bagian dari identitas merek mereka. Sinergi ini memungkinkan perusahaan untuk berkontribusi langsung pada pembangunan sumber daya manusia di Banten. Di sisi lain, para atlet mendapatkan akses ke fasilitas kesehatan milik perusahaan, dukungan peralatan yang lebih modern, serta jaminan masa depan yang lebih jelas melalui program magang atau rekrutmen khusus setelah masa pensiun dari dunia atlet.
Pemerintah Provinsi dan pengurus olahraga di wilayah Banten menyadari bahwa mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) saja tidak akan cukup untuk bersaing di level nasional seperti PON atau level internasional. Oleh karena itu, keterlibatan industri perkapalan, kimia, dan otomotif yang menjamur di Cilegon serta Tangerang menjadi kunci utama. Setiap perusahaan “bapak angkat” bertanggung jawab atas satu atau dua cabang olahraga tertentu. Misalnya, sebuah pabrik baja dapat mendukung cabang olahraga yang membutuhkan kekuatan fisik dan alat berat, sementara industri garmen dapat mendukung cabang olahraga yang lebih mengutamakan estetika dan perlengkapan khusus.
