Pelaksanaan liga antar perusahaan menjadi wadah utama bagi para pekerja industri untuk berkompetisi secara sehat di berbagai cabang olahraga, mulai dari sepak bola, bola voli, hingga bulu tangkis. Turnamen ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi karyawan, tetapi juga menjadi tempat bagi tim pemandu bakat (scout) untuk mengamati potensi fisik dan mental para peserta. Banyak atlet profesional dunia yang mengawali karir mereka dari liga amatir atau komunitas pekerja. Banten ingin memanfaatkan kepadatan industri di wilayah Tangerang, Cilegon, dan Serang untuk menemukan “permata tersembunyi” yang mungkin selama ini luput dari sistem pembinaan sekolah formal.
KONI Provinsi Banten memperkenalkan metode inovatif dalam menjaring talenta olahraga melalui program Scouting KONI Banten yang menyasar sektor produktif di wilayah tersebut. Banten, sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia, memiliki ribuan karyawan muda yang seringkali memiliki bakat olahraga terpendam namun jarang mendapatkan panggung untuk unjuk gigi secara profesional. Untuk memastikan proses penjaringan ini membuahkan hasil yang nyata, pengelola teknis di lapangan secara rutin melakukan evaluasi kinerja terhadap sistem pembinaan yang berjalan. Melalui evaluasi kinerja yang ketat, KONI Banten dapat memastikan bahwa setiap bakat yang ditemukan mendapatkan jalur pembinaan yang tepat menuju prestasi nasional.
Konsep pemanfaatan sektor industri sebagai basis pencarian atlet merupakan bentuk kolaborasi win-win solution antara pemerintah dan pihak swasta. Perusahaan mendapatkan manfaat berupa peningkatan kebugaran dan produktivitas karyawan, sementara KONI mendapatkan akses ke kolam bakat yang sangat luas tanpa harus membangun infrastruktur baru dari nol. Perusahaan-perusahaan besar di Banten didorong untuk memiliki klub olahraga internal yang terakreditasi, sehingga memudahkan koordinasi dalam hal pengiriman atlet ke kejuaraan yang lebih tinggi. Program ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pengembangan sumber daya manusia melalui olahraga.
Pemanfaatan data dalam pemantauan bakat dilakukan dengan standar yang profesional, di mana setiap peserta liga antar perusahaan yang menunjukkan performa di atas rata-rata akan diberikan undangan untuk mengikuti seleksi lanjutan di pusat pelatihan daerah. Para atlet yang terpilih dari jalur industri ini akan diberikan kompensasi waktu latihan yang disepakati dengan pihak perusahaan, sehingga mereka tetap bisa bekerja sambil mengejar karir atlet. Model pembinaan ini sangat efektif untuk mempertahankan keberlanjutan karir atlet dewasa yang seringkali terpaksa berhenti berolahraga karena tuntutan ekonomi untuk bekerja di pabrik atau perkantoran.
