Dalam rangka Persiapan Kejurnas, koordinasi antara pengurus cabang olahraga dan instansi terkait terus ditingkatkan untuk memastikan program pemusatan latihan daerah (Pelatda) berjalan tanpa kendala. Para atlet dari berbagai cabang, mulai dari beladiri hingga permainan bola besar, kini tengah menjalani porsi latihan yang lebih intensif. Evaluasi rutin terhadap catatan waktu dan capaian fisik dilakukan untuk memastikan setiap individu berada dalam kondisi puncak (peak performance) saat hari perlombaan tiba. Mentalitas juara pun mulai dipupuk melalui sesi motivasi dan simulasi pertandingan yang ketat.
Langkah konkret yang diambil oleh KONI Banten saat ini adalah melakukan peninjauan langsung ke berbagai lokasi pelatihan di seluruh kabupaten/kota. Proses Audit Ketat Fasilitas ini bertujuan untuk mengidentifikasi sarana yang mengalami kerusakan atau yang teknologinya sudah tertinggal. Banyak ditemukan lapangan yang permukaannya sudah tidak rata atau alat angkat beban yang sudah berkarat, yang jika dibiarkan dapat meningkatkan risiko cedera pada atlet. Audit ini menjadi dasar bagi pengajuan perbaikan anggaran agar setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas latihan.
Ketersediaan Sarana Latihan Atlet yang mumpuni adalah hak dasar bagi setiap pahlawan olahraga yang berjuang demi nama baik daerah. Di Banten, tantangan geografis seringkali membuat fasilitas terpusat hanya di wilayah perkotaan, sementara talenta dari pelosok kesulitan mengakses tempat latihan yang standar. Melalui program pemerataan fasilitas, diharapkan atlet-atlet dari wilayah selatan Banten juga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Pengadaan alat-alat tanding terbaru yang akan digunakan dalam Kejurnas juga menjadi prioritas agar atlet tidak merasa asing saat menggunakan peralatan resmi di lokasi lomba nanti.
Komitmen KONI dalam menjalankan transparansi anggaran melalui audit ini mendapat apresiasi dari para praktisi olahraga. Masyarakat ingin melihat bahwa dukungan finansial dari pemerintah benar-benar mengalir ke lapangan, bukan hanya habis untuk keperluan birokrasi. Dengan fasilitas yang terstandarisasi, pelatih dapat menerapkan metode latihan yang lebih variatif dan modern. Keberhasilan dalam Kejurnas nanti akan menjadi bukti apakah investasi infrastruktur olahraga yang dilakukan Banten sudah berada pada jalur yang benar atau masih memerlukan perbaikan di sana-sini.
