Dalam manajemen organisasi olahraga tingkat provinsi, pembagian sumber daya seringkali menjadi isu yang sensitif dan memicu perdebatan internal. Seringkali muncul persepsi di masyarakat maupun di kalangan pengurus cabang olahraga bahwa ada perlakuan istimewa terhadap cabang-cabang tertentu yang dianggap sebagai pendulang medali utama. Namun, KONI Banten secara tegas mengambil langkah berbeda dengan mengedukasi publik dan seluruh pemangku kepentingan bahwa dalam kepengurusannya saat ini, tidak ada istilah “anak emas”. Semangat yang diusung adalah bagaimana setiap cabang olahraga mendapatkan Porsi Adil dalam hal pembinaan, anggaran, maupun fasilitas penunjang prestasi.
Penerapan prinsip Porsi Adil ini bukan berarti setiap cabang olahraga mendapatkan nilai nominal anggaran yang sama rata secara buta. Keadilan dalam konteks ini diterjemahkan sebagai proporsionalitas yang berbasis pada data, kebutuhan riil, dan potensi pengembangan atlet. KONI Banten menyadari bahwa kebutuhan biaya antara cabang olahraga bela diri tentu berbeda dengan cabang olahraga permainan atau cabang yang menggunakan peralatan teknologi tinggi seperti menembak atau balap sepeda. Oleh karena itu, skema pembagian anggaran disusun melalui verifikasi yang ketat dan transparan, sehingga setiap pengurus cabang olahraga memahami mengapa mereka mendapatkan alokasi tertentu tanpa merasa dianaktirikan.
Selain masalah anggaran, Porsi Adil juga diwujudkan dalam akses terhadap fasilitas latihan dan bantuan medis. Banten memiliki visi untuk memeratakan kualitas atlet dari seluruh kabupaten dan kota. Jika selama ini pusat pelatihan hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, kini KONI Banten berupaya untuk mendistribusikan perhatian hingga ke wilayah pelosok. Atlet dari cabang olahraga yang kurang populer namun memiliki dedikasi tinggi kini mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti pemusatan latihan daerah (Pelatda). Dengan memberikan peluang yang merata, diharapkan akan muncul kejutan-kejutan prestasi dari cabang olahraga yang selama ini luput dari perhatian publik.
Transparansi menjadi kunci utama agar kebijakan Porsi Adil ini dapat diterima oleh semua pihak. KONI Banten membuka ruang dialog yang seluas-luasnya bagi para pengurus cabang untuk memaparkan program kerja dan target prestasi mereka. Melalui mekanisme audit yang teratur, setiap rupiah yang dikeluarkan dapat dipertanggungjawabkan manfaatnya bagi peningkatan performa atlet. Kebijakan ini juga bertujuan untuk menghilangkan sekat-sekat kepentingan politik di dalam organisasi olahraga. Fokus utama dikembalikan kepada esensi olahraga itu sendiri, yaitu sportivitas dan pencapaian prestasi tertinggi untuk membawa nama baik Provinsi Banten di kancah nasional.
